• Connor Abel posted an update 2 months ago

    SariAgri – Enam nelayan asal Kabupaten Indramayu diringkus oleh petugas Ditpolairud Polda Jawa Barat. Mereka kedapatan akan menggunakan bahan peledak atau bom untuk mencari ikan di perairan Cantigi, Indramayu.

    Enam nelayan ini ditangkap pada kordinat yang berbeda. Akan tetapi, masih dalam satu kawasan perairan Cantigi.

    Direktur Polairud Polda Jabar Kombes Pol Widi Handoko, enam nelayan ini yaitu MZ (22), W (35), WK (32), FK (26), K (40) dan KA (19). Mereka ditangkap pada 19 Mei 2021.

    Para pelaku, sambungnya, menggunakan bahan peledak  yang biasa dipakai untuk membuat mercon

    "Kita menangkap mereka pada 19 Mei di enam lokasi. Berita Perikanan Terkini Para nelayan ini menggunakan bahan peledak," kata Widi kepada wartawan, Selasa (25/5).

    Menurut Widi, penggunaan bahan peledak untuk mencari ikan merupakan aktivitas ilegal fishing, serta termasuk kedalam tindak pidana perairan yang serius. Sebab, bisa merusak biota laut dan jenis-jenis ikan kecil yang belum bisa ditangkap.

    Adapun tentang cara kerjanya, lanjut Widi, keenam nelayan ini menaruh bubuk peledak ke dalam kemasan minuman sehat berukuran kecil yang ditutup rapat. Kemudian, mereka akan menyalakannya dengan percikan api dari aliran listrik.

    "Dari aki, yakni arus DC.
    Berita Perikanan Terkini Arus DC ini sengaja dibuat korsleting sehingga muncul percikan api. Lalu dialirkan melalui kabel," jelas Widi.

    Masih kata dia, para nelayan ini sudah menggunakan bahan peledak selama satu tahun. Usai menangkap mereka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa flash powder, plastik berisi bahan peledak dan lainnya. 

    Pihaknya bakal menyelidiki lebih dalam terkait kasus tersebut, khususnya untuk mencari siapa pemasok bahan peledak itu. 

    Akibat perbuatannya, keenam nelayan ini dijerat pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak dan Senjata Api, dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun. 

    Tidak hanya itu, mereka juga dijerat pasal 84 UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman hukuman enam tahun kurungan penjara dan denda Rp1,2 miliar.

    Video terkait: